Marketing merupakan bidang, ilmu, tantangan dan segalanya bagi bisnis, walau marketing tidak hanya ada di dunia bisnis, karena sebenernya setiap orang secara personal memarketingking diri sendiri. Perbedaannya adalah ekpektasi/harapan dan metode nya.
Materi “marketing untuk orang awam “ sengaja saya hadirkan agar semua istilah dalam web ini dipahami oleh segala lapisan masyarakat.
Segmentasi yang terjemahan dari Segmentation adalah kegiatan atau bentuk kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen menjadi satuan-satuan pasar yang homogen.
Manfaat dari segmentasi pasar ini agar menajemen dapat melakukan kegiatan pemasaran yang efisien dan efektif. Ambil sebuh contoh untuk sebuah produk obat batuk anak-anak akan efektif jika mengiklannya berbarengan dengan even TV baik offline maupuan online, misal PILDACIL, IDola Anak dan lain-lain yang setipe. Coba jika promosi dilakukan ke pasar-pasar tradisional yang notabene konsentrasi personal tidak tertuju pada kepentingan anak semata, bisa saja pengunjung danpedangan pasar sedang memikirkan bagaimana menjual barang, membayar hutang dll.
Contoh kedua. Ketika anda menjabat sebagai marketing excutive sebuah perusahaan real estate dengan produk perumahan yang mewah dengan rata-rata harga rumah 2 Miilyar, tentu kurang efektif jika anda melakukan promosi saat ada kegiatan Musik dan Band lembaga mahasiswa.
Manfaat lain dari segmentasi pasar:
1. Membantu manajemen dalam merencanakan dan menentukan produk dan layananan yang sesuai dengan permintaan pasar Dapat memilah-milah media promosi yang efektif untuk dapat masuk ke masing-masing segmen pasar. Misal Radio efektif untuk kaum pinggiran dan pedesaan, Koran untuk karum terpelajar dan kantoran.
2. Membantu bidang keungan dalam perencanaan anggaran dan evaluasi penggunaan anggaran.
3. Membantu manajemen menentukan timing dan momentum yangtepat untuk kegiatan perusahaan terutama kegiatan berbasis marketing, misal pameran, bhakti social, iklan offline, aktifitas off air.
Contoh model pengelompokan dalam segmentasi pasar yang umum sebagai berikut:
1. Dibagi atas dasar Umur
2. Dibagi atas dasar Jenis Kelamin
3. Dibagi atas dasar Siklus Kehidupan
4. Dibagi atas dasar Pekerjaan
5. Dibagi atas dasar PEndapatan
6. Dibagi atas dasar Pendidikan
7. Dibagi atas dasar Pekerjaan
8. Dibagi atas dasar Opini, Sikap dan Kepribadian.
Contoh model tersebut ditas dapat pula dikelompokan dari faktor diatasnya misal:
1. Faktor demografi, faktor yang ditentukan dari “siapa yang membeli/transaksi”
2. Faktor Psikografi, faktor yang ditentukan oleh “mengapa mereka membeli/transaksi”
3. Faktor Perilaku, faktor yang ditentukan oleh “bagaimana mereka membeli/transaksi”
Selamat mempelajarinya, dari contoh-contoh yang ada semoga pemahaman marketing anda semakin baik. Saya coba sajikan pemahaman yang simpel, tidak bertele-tele dan uperp pragmatis.
Selasa, 31 Agustus 2010
Personal selling
Strategi Marketing sebagai wujud Konsep pemasaran yang strategic dan termanage dengan baik tentu selalu beorientasi pada pemuasan pasar yang jangka panjang, sehingga sebuah kesalahan besar jika tugas dan beban seorang sales marketing hanya bagaimana mampu menjual atau menghasilkan penjualan, karena menghasilkan penjualan hanya sebuah proses awal dalam konsep perencanaan pemasaran.
Pokok perencaaan pemasaran dalam proses awalpun sebenarnya adalah bagaimana seorang pemasar atau sales marketing mampu “meningkatkan” penjualan, sehingga tidak hanya menjual namun “meningkatkan”, karena harapannya di tengah persaingan yang tinggi maka perusahaan tetap mampu eksis dan survive terhadap dampak-dampak persaingan. Harapan globalnya adalah terpuaskannya pelanggan dan perusahaan itu sendiri.
Meningkatkan secara kualitatif, adalah memastikan bahwa pelanggan merupakan pelanggan yang potensial untuk dan berpeluang melakukan pembelian-pembelian pada waktu-waktu berikutnya. Meningkatkan secara kuantitatif, maka memastikan bahwa secara kuantitatif dan statistic bahwa terjadi peningkatan terhadap omset, variasi pembeli, distibusi pembelian.
Semua pemikiran saya di atas, sebagai bentuk pemahaman awal bahwa ada bagian yang terpenting dalam pemasaran atau dalam konsep stategi marketing umum yaitu, pentingnya Personal Selling.
Personal Selling
William G. Nickels mendifinisikan personal selling adalah interaksi antar individu, saling bertemu, muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai dan mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan dengan pihak lain.
1. Personal selling memacu perusahaan untuk lebih mengenal pelanggan secara langsung, sehingga berdampak pada terkumpulnya informasi motif pembelian, keinginan-keinginan lain.
Personal selling dapat lebih efektif karena unsur-unsur pemasar sekaligus perusahaan menjadi sangat tahu akan reaksi pelanggan dengan begitu cepat karena unsur-unsur pemasar dapat melakukan interaksi langsung.
2. Personal selling dapat memacu unsur-unsur pemasar memgatahui pola dan proses pembelian yang sedang bergejolak dan trend, misal banyaknya pelanggan yang menginginkan pembelian dengan kredit, keinginan pelanggan membeli dengan proses sample dahulu, keinginan pelanggan atau calon pelanggan yang suka dengan diskon atau bonus lainnya
Personal Selling sebagai salah satu strategi andalan maka menguntungkan perusahaan terutama dalam beberapa hal:
1. Memudahkan dalam analisa pasar secara akurat
2. Memudahkan dalam memetakan potensi pasar
3. Memudahkan dalam menjawab secara langsung akan beragamnya keinginan pasar
4. Memudahkan mendapatkan informasi reaksi pasar terhadap produk/layanan dari pesaing
5. Mendefinsikan masalah di lapangan, sekaligus mencari solusi pengatasan nya secara langsung
6. MEmbangun persepsi masyarakat, dengan mengciptakan standar layanan pemasar, misal keramahan, kedekatan fisik, kepedulian social, performance dan penampilan
7. Mempertahankan pelanggan secara komunikasi dua arah untuk tujuan awal meingkatkan penjualan
Pokok perencaaan pemasaran dalam proses awalpun sebenarnya adalah bagaimana seorang pemasar atau sales marketing mampu “meningkatkan” penjualan, sehingga tidak hanya menjual namun “meningkatkan”, karena harapannya di tengah persaingan yang tinggi maka perusahaan tetap mampu eksis dan survive terhadap dampak-dampak persaingan. Harapan globalnya adalah terpuaskannya pelanggan dan perusahaan itu sendiri.
Meningkatkan secara kualitatif, adalah memastikan bahwa pelanggan merupakan pelanggan yang potensial untuk dan berpeluang melakukan pembelian-pembelian pada waktu-waktu berikutnya. Meningkatkan secara kuantitatif, maka memastikan bahwa secara kuantitatif dan statistic bahwa terjadi peningkatan terhadap omset, variasi pembeli, distibusi pembelian.
Semua pemikiran saya di atas, sebagai bentuk pemahaman awal bahwa ada bagian yang terpenting dalam pemasaran atau dalam konsep stategi marketing umum yaitu, pentingnya Personal Selling.
Personal Selling
William G. Nickels mendifinisikan personal selling adalah interaksi antar individu, saling bertemu, muka yang ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai dan mempertahankan hubungan pertukaran yang saling menguntungkan dengan pihak lain.
1. Personal selling memacu perusahaan untuk lebih mengenal pelanggan secara langsung, sehingga berdampak pada terkumpulnya informasi motif pembelian, keinginan-keinginan lain.
Personal selling dapat lebih efektif karena unsur-unsur pemasar sekaligus perusahaan menjadi sangat tahu akan reaksi pelanggan dengan begitu cepat karena unsur-unsur pemasar dapat melakukan interaksi langsung.
2. Personal selling dapat memacu unsur-unsur pemasar memgatahui pola dan proses pembelian yang sedang bergejolak dan trend, misal banyaknya pelanggan yang menginginkan pembelian dengan kredit, keinginan pelanggan membeli dengan proses sample dahulu, keinginan pelanggan atau calon pelanggan yang suka dengan diskon atau bonus lainnya
Personal Selling sebagai salah satu strategi andalan maka menguntungkan perusahaan terutama dalam beberapa hal:
1. Memudahkan dalam analisa pasar secara akurat
2. Memudahkan dalam memetakan potensi pasar
3. Memudahkan dalam menjawab secara langsung akan beragamnya keinginan pasar
4. Memudahkan mendapatkan informasi reaksi pasar terhadap produk/layanan dari pesaing
5. Mendefinsikan masalah di lapangan, sekaligus mencari solusi pengatasan nya secara langsung
6. MEmbangun persepsi masyarakat, dengan mengciptakan standar layanan pemasar, misal keramahan, kedekatan fisik, kepedulian social, performance dan penampilan
7. Mempertahankan pelanggan secara komunikasi dua arah untuk tujuan awal meingkatkan penjualan
Strategi Marketting dan personalnya
Personal Selling adalah bagian dari Strategi marketing perusahaan yang merupakan langkah konkret dalam membangun penjualan langsung dan bertujuan bertemu dengan masyarakat. Dalam kaitan ini sang sales atau pelaku marketing mempunyai kesempatan untuk secara langsung mengetahui sejauh mana produk atau layanan direspon secara cepat oleh masyarakat entah itu dalam bentuk penolakan atau persetujuan membeli.
Strategi marketing yang perfect tentu sudah membekali tim yang secara langsung dalam proses personal selling dengan antisipasi lapangan dan taktik membujuk yang relevan, sopan dan efektif. Namun masyarakat tetap saja boleh menolak, karena secara umum budaya, kemampuan dalam masyarakat mampu mempengaruhi keputusan
Di bawah ini ada 5 alasan utama kenapa masyarakat menolak produk atau layanan anda:
1. Harga
Harga merupakan faktor penting dalam pengambilan keputusan penolakan sebuah produk. Memang harga bisa dikompromi, secara umum kompromi ada 2, pertama kompromi teradap harga, wujudnya diskon, namun diskon bukanlah faktor utama pelangkap harga. Kedua pola pembayaran, kredit 1. Sd 3 kali atau 1.sd 3 bulan,merupakan bentuk toleransi terhadap harga, dan secara umum kredit 3 bulan dari sisi perusahaan mungkin tidak secara langsung mengurangi harga, namun secara perputaran uang sebenernya menambah beban efektitas perputaran modal, return of investment. Selain harga juga dipengaruhi oleh 4 faktor lainnya
2. Loyalitas pada pemasok lama
KEtika dalam proses penawaran yang bersifat personal selling, maka uji coba produk langsung merupakan langkah yang baik dalam strategi memarketing kanproduk. Karena masyarakat terkadang lebih nyaman dengan pemasok lama yang proses transaksi terbukti dalam sekian waktu. Loyalitas terhadap pemasok lama merupakan tantangan yang nyata saat ini, kecuali barang adalah benar-benara baru dan belum lama diketahui oleh masyarakat. Strategi lain dilapangan berikut kejutan, bahwa anda sebagai pemasok kedua tetap dapat memberikan layanan sebaik pemasok sebelumnya plus bonus yang ditambahkan, bonus tidak harus uang.
3. Tak mampu membuat keputusan
Sales yang paham betul akan kaedah-kaedah personal selling sangat memahami bahwa ketika menawarkan kepada masyarakat sering terjadi penolakan sesaat karena tidak mampunya calon pelanggan untuk memutuskan, untuk itu jangan terlalu memaksa, dan ada kesan mengejar, cobalah dengan mencari tahu kemungkinan pelaung pertemuan kedua, ketiga baik dengan mengkoleksi no hp,email, alamat rumah dan sahabatnya.
4. Faktor Produk yang kurang kompetitif
Banyak produk yang ditawarkan ke masyarakat adalah produk inovasi yang hebat, namun bukan produk yang sesuai dengan keinginan masyarakat. Produk yang hebat adlah produk yang mampu bersaing saat ini dank an dating, kenapa karena tolak ukur kompetensi barang di era sekarang adalah pembuktian, visualisasi dan penjelasan teknis. Untuk itu jika produk anda masih baru atau belum popular, maka pahamilah kualifikaasi teknis dan speknya, agar dengan memahami 2 hal tersebut mampu jadi alas an untuk membujuk, selain dari fisik barang tersebut. Misal produk obat herbal, bahwa anda paham ganggang di Afrika adalah yang terbaik karena steril dan jauh dari pemukiman,sedang ganggang Indonesia kurang steril. Dari ruang kontroversi itu ketika anda menjual obat dari bahan ganggang,maka sales sudah mempunyai 2 senjata, dan kondisi akan berbeda jika hanya mengetahui bsatu hal yaitu bahwa ganggang Afrika adalah yang terbaik. Produk yang kurang kompetitif, bisa dikamuflase dengan faktor lain yang kompetitif walau itu sekedar informasi tambahan.
5. Tidak menyukai perusahaan, sistem dan penjualnya
Ketika sebuah perusahaan menerapkan strategi marketing dengan memproduksi susu yang berbeda-beda sampai 5 produk susu, maka ketika salah satu produk bermasalah dan terbukti membuat masyarakat resah maka kemungkinan 4 produk lainnya akan memancing respon dari masyarakat, dan bisa saja respon itu negative, takut memkonsumsi 4 lainnya.
Strategi marketing yang perfect tentu sudah membekali tim yang secara langsung dalam proses personal selling dengan antisipasi lapangan dan taktik membujuk yang relevan, sopan dan efektif. Namun masyarakat tetap saja boleh menolak, karena secara umum budaya, kemampuan dalam masyarakat mampu mempengaruhi keputusan
Di bawah ini ada 5 alasan utama kenapa masyarakat menolak produk atau layanan anda:
1. Harga
Harga merupakan faktor penting dalam pengambilan keputusan penolakan sebuah produk. Memang harga bisa dikompromi, secara umum kompromi ada 2, pertama kompromi teradap harga, wujudnya diskon, namun diskon bukanlah faktor utama pelangkap harga. Kedua pola pembayaran, kredit 1. Sd 3 kali atau 1.sd 3 bulan,merupakan bentuk toleransi terhadap harga, dan secara umum kredit 3 bulan dari sisi perusahaan mungkin tidak secara langsung mengurangi harga, namun secara perputaran uang sebenernya menambah beban efektitas perputaran modal, return of investment. Selain harga juga dipengaruhi oleh 4 faktor lainnya
2. Loyalitas pada pemasok lama
KEtika dalam proses penawaran yang bersifat personal selling, maka uji coba produk langsung merupakan langkah yang baik dalam strategi memarketing kanproduk. Karena masyarakat terkadang lebih nyaman dengan pemasok lama yang proses transaksi terbukti dalam sekian waktu. Loyalitas terhadap pemasok lama merupakan tantangan yang nyata saat ini, kecuali barang adalah benar-benara baru dan belum lama diketahui oleh masyarakat. Strategi lain dilapangan berikut kejutan, bahwa anda sebagai pemasok kedua tetap dapat memberikan layanan sebaik pemasok sebelumnya plus bonus yang ditambahkan, bonus tidak harus uang.
3. Tak mampu membuat keputusan
Sales yang paham betul akan kaedah-kaedah personal selling sangat memahami bahwa ketika menawarkan kepada masyarakat sering terjadi penolakan sesaat karena tidak mampunya calon pelanggan untuk memutuskan, untuk itu jangan terlalu memaksa, dan ada kesan mengejar, cobalah dengan mencari tahu kemungkinan pelaung pertemuan kedua, ketiga baik dengan mengkoleksi no hp,email, alamat rumah dan sahabatnya.
4. Faktor Produk yang kurang kompetitif
Banyak produk yang ditawarkan ke masyarakat adalah produk inovasi yang hebat, namun bukan produk yang sesuai dengan keinginan masyarakat. Produk yang hebat adlah produk yang mampu bersaing saat ini dank an dating, kenapa karena tolak ukur kompetensi barang di era sekarang adalah pembuktian, visualisasi dan penjelasan teknis. Untuk itu jika produk anda masih baru atau belum popular, maka pahamilah kualifikaasi teknis dan speknya, agar dengan memahami 2 hal tersebut mampu jadi alas an untuk membujuk, selain dari fisik barang tersebut. Misal produk obat herbal, bahwa anda paham ganggang di Afrika adalah yang terbaik karena steril dan jauh dari pemukiman,sedang ganggang Indonesia kurang steril. Dari ruang kontroversi itu ketika anda menjual obat dari bahan ganggang,maka sales sudah mempunyai 2 senjata, dan kondisi akan berbeda jika hanya mengetahui bsatu hal yaitu bahwa ganggang Afrika adalah yang terbaik. Produk yang kurang kompetitif, bisa dikamuflase dengan faktor lain yang kompetitif walau itu sekedar informasi tambahan.
5. Tidak menyukai perusahaan, sistem dan penjualnya
Ketika sebuah perusahaan menerapkan strategi marketing dengan memproduksi susu yang berbeda-beda sampai 5 produk susu, maka ketika salah satu produk bermasalah dan terbukti membuat masyarakat resah maka kemungkinan 4 produk lainnya akan memancing respon dari masyarakat, dan bisa saja respon itu negative, takut memkonsumsi 4 lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)